Efek Samping (Kemoterapi) Dengan Xeloda

DrZubairi yth.

Assalamualaikum wr wb.
Saya mendapat kemoterapi lagi ketika kanker payudara saya kambuh beberapa bulan yang lalu. Kali ini, saya mendapat infus paklitaksel dan obat minum xeloda (capecitabine). Pertanyaan saya, kok telapak tangan dan kaki saya seperti melepuh dan menjadi berwarna kehitaman dan untuk berjalan terasa berat, khususnya hari kedua sampai hari ketujuh (kadang sampai dua minggu) setelah mendapat paklitaksel yang diberikan setiap tiga minggu. Kapsul capecitabine saya minum setiap hari selama empat belas hari, kemudian istirahat tujuh hari (juga dimulai setiap tiga minggu).

Sewaktu infus obat kemoterapi yang pertama, yaitu sekitar 2-3 tahun yang lalu, tidak ada keluhan seperti yang saya sebutkan di atas. Waktu itu hanya rambut rontok, mual, dan muntah. Memang dokter saya sudah memberikan informasi, tetapi saya nggak begitu nangkap, kan sedang sedih banget kok kankerku bisa kambuh. Mohon penjelasan, Dok. (Bu Latif, Surabaya)

Artikel Terkait

4 Respons untuk:
Efek Samping (Kemoterapi) Dengan Xeloda

8 Juni 2011 03.56

Waalaikumsalam wr wb.

Bu Latif yang sedang prihatin, memang benar kemoterapi cukup sering menyebabkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan. Sebagian besar obat kemqterapi bekerja merusak sel kanker yang tumbuh relatif cepat sehingga juga dapat menyebabkan kerusakan serupa untuk sel tubuh kita yang bersifat serupa, misalnya sel rambut, sel sekitar mulut, dan juga sel darah putih (leukosit). Jadi, kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok, mual dan muntah, serta jumlah leukosit merosot drastis.

Alhamdulillah sekarang ini sudah tersedia banyak obat sehingga mual muntah tidak seberat yang dirasakan pasien 20 tahun yang lalu. Demikian pula tersedia obat untuk mengatasi rendahnya lekosit akibat kemoterapi.

Untuk kemoterapi paklitaksel, efek sampingnya memang lebih terasa pada otot, khususnya di tungkai dan kaki kadang terasa pegal linu, sedangkan capecitabine memang dapat menyebabkan kelainan pada telapak tangan kaki dan tangan (hand foot syndrome) karena itu dokter menganjurkan selalu memakai lotion (hand body lotion) untuk diusapkan pada tangan dan kaki bila pasien diberi obat capecitabine untuk meminimalkan efek sampingnya.

Kemoterapi memang obat yang keras, cukup sering menimbulkan efek samping. Namun, manfaatnya jauh lebih besar, cukup banyak pasien kanker yang harapan hidupnya membaik setelah pengobatan kemoterapi. Bukti ilmiah (evidence based medicine) tentang manfaat kemoterapi amat banyak sehingga kemoterapi menjadi standar pengobatan berbagai jenis kanker, di Amerika, di Indonesia, dan di semua negara, termasuk di Cina.

Hasset dkk di dalam laporan penelitiannya yang diterbitkan majalah kanker Amerika, Journal of the National Cancer Institute, melaporkan 4.075 pasien kanker payudara yang diobati di Amerika. Ia mendapatkan data bahwa pasien kanker payudara yang mendapat kemoterapi 19 persen lebih sering dirawat di rumah sakit dan rawat di ruang emergency oleh karena berbagai macam indikasi, antara lain, karena infeksi, dehidrasi, muntah, malnutrisi, kelainan dalam pembuluh darah, emboli paru, dan lain-lain. Jadi, di Amerika pun efek samping kemoterapi yang serius tidak bisa dihilangkan seratus persen.

Kemoterapi banyak manfaatnya, mengurangi risiko kekambuhan kanker, mengurangi sebaran kanker sehingga harapan hidup pasien kanker membaik. Bahkan, sejumlah pasien (tidak semuanya) dapat disembuhkan total. Namun, kemoterapi juga cukup sering menyebabkan efek samping yang beratnya bisa dikurangi. Dukungan keluarga dan sahabat menjadi penting, apalagi pasien kanker juga sering kali merasa takut karena kanker sering kali dihubungkan kematian. Diagnosis dini, pengobatan yang segera serta dukungan keluarga sahabat dan agama meningkatkan hasil pengobatan.

Pesan lain jangan sampai ketakutan akan efek samping menyebabkan kemoterapi dimulai terlambat. Jangan khawatir untuk segera memulai kemoterapi karena manfaatnya banyak.

19 Juni 2011 08.42

Dear dr. Zubairi,
Salam kenal dok, saya calon rekan sejawat dokter, saya sedang kuliah di FK Unand.

Kalau ada waktu, saya sangat berharap dokter bisa mengunjungi web saya. Saya masih belajar dok, jadi isi webnya juga ala kadar. Mohon bimbingan dari dokter juga dalam mengembangkannya..

Salam hormat saya,
Widodo Saputra

17 Desember 2013 13.58

Dear Bu latif,,

Saya menyarankan untuk konsumsi 4Life Transfer Factor Plus, solusi aman untuk atasi Kanker Payudara.
Kanker terjadi karena lemahnya sistem imun. Saat ini semakin banyak factor yang dapat melemahkan sistem imun, seperti: pemanasan global, pencemaran, pola hidup, stress, pestisida pada makanan, zat kimia pada makanan, dll. Untuk itu dibutuhkan suplemen imun yang mampu menaikkan kekuatan sistem imun ke level yang tertinggi. 4Life Transfer Factor Plus merupakan kombinasi antara Transfer Factor E-XF yaitu Kecerdasan Imun dari sistem imun yang telah mengalahkan Kanker, Virus, Kuman, Parasit dan Cordyvant Proprietary Blend yaitu Herbal Anti Kanker, Virus, Kuman, Parasit.

4Life Transfer Factor Plus mampu meningkatkan kinerja Sistem Imun hingga ke level yang tertinggi saat ini, yaitu 437%.

http://infosolusikanker.wordpress.com/2013/04/12/kanker-payudara/

31 Desember 2013 16.45

Informasi yang sangat baik, mungkin bisa coba produk kami yang bekerja pada sistem imun (kekebalan tubuh), di mana dari hasil riset, uji klinis, dan testimoni sudah banyak menyembuhkan banyak penyakit kanker. Info lengkap :
http://www.4life-better.blogspot.com

Poskan Komentar