Motivasi Dari Sesama Penderita Kanker

Dokter, saya wanita, 38 tahun, menderita tumor di payudara kiri saya. Sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan dilakukan biopsi dan hasilnya positif kanker payudara. Disarankan oleh dokter untuk dilanjutkan dengan operasi pengangkatan payudara. Saya semula ragu, karena banyak mendapat masukan dari tetangga, keluarga dan kawan yang intinya sebaiknya jangan dilakukan operasi karena takut menyebarkan kankernya.

Namun setelah saya bertemu dengan sesama penderita kanker payudara yang sudah dioperasi oleh dokter dan sekarang sudah lebih dari 3 tahun keadaannya sehat-sehat saja dan beliau memotivasi saya untuk mengikuti anjuran dokter, maka saya memutuskan untuk dilakukan operasi. Apakah pilihan saya ini benar dok?

Apakah ada efek samping setelah operasi? Berapa lama saya harus menjalani pengobatan? Terimakasih atas jawaban dokter. ~ Ani, Pontianak.


Artikel Terkait

2 Respons untuk:
Motivasi Dari Sesama Penderita Kanker

14 Januari 2010 03.03

Sangat manusiawi, bila penderita kanker payudara ada keraguan untuk dilakukan operasi pengangkatan payudara. Ada rasa waswas, takut, khawatir karena payudara akan hilang satu, sehingga secara kosmetik akan tampak kurang baik, akan menimbulkan rasa kurang percaya diri, rasa takut kalau kanker akan kambuh atau menyebar ke seluruh tubuh, apalagi kalau mendapat masukan dari pihak yang tidak mengerti dengan baik mengenai penyakit kanker dan pengobatannya.

Namun sangat beruntung bila menemukan teman atau sahabat, apalagi sesama penderita kanker yang sama-sama mengalami perasaan seperti itu namun sudah menjalani proses pengobatan dengan hasil yang relatif baik, sehingga pengalamannya itu menjadi masukan dan motivasi untuk mengikuti pengobatan yang seharusnya.

Pengobatan kanker payudara memang memerlukan ketabahan penderita, karena pngobatannya lama, memerlukan biaya relatif tinggi, efek samping yang dirasakan cukup berat. Oleh karena itu support dari kerabat atau kawan terdekat sangat diperlukan.

Proses pengobatan kanker payudara sejak dilakukan diagnosis sampai dilakukan terapi dapat memakan waktu bulanan hingga tahunan.

Setelah dinyatakan positif kanker dan stadium penyakitnya, maka penderita harus memulai program pengobatan menyeluruh, tidak boleh putus di tengah jalan.

Untuk kanker payudara stadium I dan II, dilakukan operasi pengangkatan payudara atau mastektomi. Proses mulai dilakukan operasi sampai luka sembuh memerlukan waktu antara 1- 2 minggu. Setelah itu dilanjutkan dengan kemoterapi.

Kemoterapi diberikan berdasarkan stadium kanker dan hasil pemeriksaan Patologi Anatomi dan Imunohistokimia. Secara umum diberikan kemoterapi sebanyak 6 siklus dengan interval antara setiap siklus adalah 21 hari. Setiap siklus pemberian kemoterapi penderita dirawat 1-2 hari di Rumah sakit, kemudian pulang. Dan kembali lagi 3 minggu yang akan datang. Sehingga untuk kemoterapi memerlukan waktu 4-5 bulan. Selanjutnya tergantung kasusnya, dapat dilanjutkan dengan pemberian terapi hormonal, yang memerlukan waktu tahunan, sampai 5 tahun.

Efek samping dari operasi antara lain infeksi, perdarahan, seroma atau adanya penumpukan cairan di rongga ketiak. Namun efek samping semua ini dapat diatasi dengan melakukan tehnik operasi yang baik, ditunjang dengan obat-obatan yang sesuai indikasi. Efek psikologis yang timbul seperti hilangnya payudara memang tidak dapat dihindari, sifatnya individual. Makin tabah dan pasrah penderita kanker maka efek psikologis makin kecil.

Efek samping kemoterapi antara lain rambut rontok, sariawan, mual, muntah, kuku menjadi hitam, sel darah putih menurun, sel darah merah menurun, sel pembekuan darah menurun, juga bisa terjadi efek pada jantung.

Efek samping ini sebagian dapat dicegah, yaitu dengan pemberian obat anti muntah yang kuat, pemberian antibiotik yang sesuai, pemberian darah pada kasus anemia, pemberian obat perangsang pengingkatan sel darah putih untuk pencegahan dan pengobatan penurunan sel darah putih.

Efek samping tidak dapat dicegah adalah rambut rontok. Namun jangan khawatir, karena bila kemoterapi sudah selesai diberikan, maka rambut akan tumbuh lagi. Berdasarkan pengalaman saya, tumbuhnya rambut menjadi lebih tebal, lebih hitam.

14 Januari 2010 03.04

Saat ini di Pontianak sudah ada wadah perkumpulan para penderita kanker khususnya kanker payudara. Pengurus dan anggotanya adalah para penderita kanker payudara dan orang-orang yang peduli dan mau berkecimpung dalam penanggulangan kanker. Sebenarnya wadah ini sangat bermanfaat, karena merupakan wadah untuk berkumpulnya sesama para penderita kanker dan juga dengan nara sumber yang diperlukan untuk transfer pengetahuan mengenai kanker.

Salah satu manfaatnya adalah memberikan informasi dan motivasi yang benar kepada sesama penderita kanker, sehingga dapat diobati dengan benar dan tidak salah pengobatan.

Salah satu contoh adalah pengalaman yang dialami ibu Ani. Awalnya ragu untuk dilakukan pengobatan dengan berbagai pertimbangan, namun setelah mendapat penjelasan dari sesama penderita kanker, maka timbul keyakinan pada dirinya untuk menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, karena sudah melihat contohnya didukung oleh motivasi sesama penderita kanker yang sudah menjalani pengobatan. Semoga ibu dapat menjalani pengobatan dengan tabah. Dua hal yang harus diingat pada pengobatan kanker, yaitu pantang menyerah dan pantang mundur.

Semoga pertanyaannya sudah terjawab.

Poskan Komentar